Ornamental Lawn vs Recreational Lawn, Jangan Asal Pilih Rumput Kalau Nggak Mau Menyesal

 
Foto oleh Nuh Isa Nada El Carillo

Ornamental Lawn vs Recreational Lawn, Jangan Asal Pilih Rumput Kalau Nggak Mau Menyesal

Kalau mendengar kata lawn, sebagian besar orang mungkin langsung membayangkan hamparan rumput hijau yang rapi seperti di film-film luar negeri. Padahal, dalam dunia lanskap, rumput itu punya "jurusan" masing-masing. Ada yang memang ditakdirkan buat tampil cantik, ada pula yang siap diinjak, dipakai lari-larian, bahkan jadi arena kejar-kejaran anak setiap sore.

Nah, dua istilah yang sering muncul adalah ornamental lawn dan recreational lawn. Sekilas terdengar mirip, tapi kalau salah pilih, bisa-bisa taman yang awalnya diharapkan indah malah cepat gundul karena terlalu sering diinjak.

Ornamental Lawn, Rumput yang Tugas Utamanya Memang Buat Dipandang

Kalau boleh dibilang, ornamental lawn adalah "anak estetik" di dunia pertamanan. Ia hadir untuk mempercantik halaman, bukan untuk dijadikan lapangan sepak bola dadakan.

Rumput jenis ini biasanya dipilih karena teksturnya halus, warna hijaunya merata, dan tampilannya selalu bikin halaman terlihat rapi. Nggak heran kalau ornamental lawn sering dipakai di depan rumah, hotel, kantor, resort, atau taman-taman yang mengandalkan visual.

Masalahnya, rumput ini agak sensitif. Terlalu sering diinjak, apalagi setiap hari, tampilannya cepat berubah. Yang tadinya hijau mulus bisa berubah menjadi jalur-jalur cokelat bekas pijakan.

Ibarat sofa putih di ruang tamu, enak dilihat, tapi semua orang jadi mikir dua kali sebelum duduk.

Recreational Lawn, Rumput yang Siap Diajak Kerja Keras

Kalao ornamental lawn adalah si estetik, recreational lawn adalah si pekerja keras.

Rumput ini memang dibuat supaya tahan menghadapi aktivitas sehari-hari. Anak-anak berlari, orang olahraga pagi, piknik keluarga, sampai hewan peliharaan yang mondar-mandir, semuanya masih sanggup dihadapi.

Itulah sebabnya recreational lawn lebih banyak ditemukan di taman kota, lapangan bermain, sekolah, halaman belakang rumah, hingga area publik.

Memang tampilannya tidak selalu sehalus ornamental lawn. Tapi justru di situlah kelebihannya. Ia tidak rewel dan jauh lebih mudah diajak "hidup keras".

Jangan Cuma Lihat Harga Material

Kesalahan yang sering terjadi saat membuat taman adalah memilih rumput hanya berdasarkan harga. Padahal biaya taman tidak berhenti saat rumput selesai dipasang.

Rumput yang cantik tetapi membutuhkan penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga perawatan rutin tentu akan mengeluarkan biaya lebih besar dalam jangka panjang.

Sebaliknya, rumput yang lebih tahan terhadap aktivitas biasanya memiliki biaya pemeliharaan yang lebih efisien karena tidak perlu sering diperbaiki akibat kerusakan.

Artinya, harga awal belum tentu menjadi biaya paling murah.

Mana yang Lebih Cocok?

Jawabannya sederhana  tergantung bagaimana Anda menggunakan halaman.

Kalau halaman depan hanya ingin terlihat hijau, bersih, dan sedap dipandang setiap kali pulang kerja, ornamental lawn sudah lebih dari cukup.

Namun kalau setiap sore halaman berubah menjadi tempat anak bermain sepeda, tempat kumpul keluarga, atau lokasi olahraga ringan, recreational lawn jelas pilihan yang lebih masuk akal.

Percuma memiliki taman yang cantik kalau akhirnya dipasang papan imajiner bertuliskan, "Dilarang Menginjak Rumput."

Kini Banyak Proyek Memadukan Keduanya

Menariknya, tren lanskap modern sekarang tidak lagi memilih salah satu. Banyak rumah, perkantoran, hingga kawasan komersial justru mengombinasikan ornamental lawn dan recreational lawn.

Bagian depan dibuat seindah mungkin menggunakan ornamental lawn untuk memperkuat tampilan bangunan. Sementara area belakang atau ruang terbuka memakai recreational lawn agar tetap nyaman digunakan setiap hari.

Hasilnya, taman tetap sedap dipandang tanpa kehilangan fungsi.

Jadi, Jangan Sampai Salah Pilih Rumput

Memilih rumput ternyata bukan sekadar urusan hijau atau tidak hijau. Ada soal fungsi, kenyamanan, biaya perawatan, hingga aktivitas yang akan berlangsung di atasnya.

Kalau tujuan Anda mengejar tampilan yang elegan, ornamental lawn adalah jawabannya. Tapi kalau ingin taman yang bisa benar-benar dinikmati tanpa rasa khawatir, recreational lawn jauh lebih rasional.

Pada akhirnya, taman terbaik bukanlah taman yang paling cantik, melainkan taman yang benar-benar digunakan. Sebab percuma punya hamparan rumput hijau kalau ujung-ujungnya hanya boleh dipandang dari balik jendela.