Verstappen Bisa Jadi Pemilik Racing Bulls? Ini Rumor yang Menghebohkan F1

 


Verstappen Bisa Jadi Pemilik Racing Bulls? Ini Rumor yang Menghebohkan F1

Masa depan Max Verstappen kembali menjadi salah satu topik terpanas di Formula 1. Di tengah berbagai spekulasi mengenai peluang kepindahannya ke tim lain setelah musim 2026, Red Bull dikabarkan tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan pembalap andalannya tetap bertahan dalam jangka panjang.

Bahkan, menurut laporan yang beredar, salah satu opsi yang sempat muncul adalah memberikan kendali mayoritas atau controlling stake tim Racing Bulls kepada Verstappen. Jika benar terealisasi, langkah tersebut bisa menjadi salah satu manuver paling unik dalam sejarah Formula 1 modern.

Red Bull Gelar Pertemuan Penting dengan Verstappen

Laporan menyebutkan bahwa petinggi Red Bull mengadakan pertemuan khusus dengan Max Verstappen di markas perusahaan di Salzburg, Austria.

Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah figur penting, termasuk CEO Red Bull Oliver Mintzlaff, pemegang saham utama Chalerm Yoovidhya, dan perwakilan manajemen tim. Agenda utamanya adalah memaparkan visi jangka panjang Red Bull di Formula 1 serta meyakinkan Verstappen bahwa tim masih memiliki proyek kompetitif untuk masa depan. Red Bull juga disebut menjelaskan rencana mereka dalam memperkuat organisasi dengan merekrut talenta-talenta terbaik dari tim rival.

Verstappen Belum Berikan Komitmen Jangka Panjang

Meski pertemuan tersebut berlangsung serius, berbagai laporan menyebut Verstappen belum memberikan kepastian terkait masa depannya setelah regulasi baru Formula 1 mulai berlaku pada 2026. Situasi ini memunculkan kekhawatiran di internal Red Bull.

Pasalnya, Verstappen merupakan aset terpenting tim dalam satu dekade terakhir. Sejak bergabung pada 2016, pembalap Belanda tersebut telah membawa Red Bull meraih berbagai gelar dunia dan kemenangan Grand Prix. Kehilangan Verstappen akan menjadi pukulan besar, terutama saat Formula 1 memasuki era mesin baru.

Rumor Racing Bulls untuk Verstappen

Menurut jurnalis Formula 1 Joe Saward, salah satu ide yang muncul dalam pembahasan internal adalah memberikan Verstappen mayoritas saham atau pengaruh besar di tim Racing Bulls. Racing Bulls sendiri merupakan tim saudara Red Bull Racing yang sebelumnya dikenal sebagai AlphaTauri dan Toro Rosso.

Jika skenario ini terjadi, Verstappen tidak hanya menjadi pembalap, tetapi juga memiliki keterlibatan strategis dalam struktur kepemilikan tim. Namun, Saward menilai peluang realisasinya masih relatif kecil mengingat kompleksitas regulasi dan struktur bisnis Formula 1.

Mengapa Racing Bulls Menjadi Opsi Menarik?

Memberikan Peran Lebih Besar untuk Verstappen

Selain kontrak bernilai tinggi, banyak pembalap elite kini mulai memikirkan peran mereka setelah pensiun dari dunia balap.

Dengan kepemilikan saham atau kendali tertentu di Racing Bulls, Verstappen dapat membangun fondasi karier jangka panjang di dunia motorsport.

Menjaga Hubungan dengan Red Bull

Langkah tersebut juga berpotensi membuat hubungan Verstappen dan Red Bull tetap kuat meski suatu saat ia tidak lagi membalap untuk tim utama.

Ini menjadi pendekatan yang berbeda dibanding sekadar menawarkan peningkatan gaji atau bonus performa.

Isu Kepemilikan Ganda Red Bull Jadi Sorotan

Rumor ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan mengenai kepemilikan dua tim Formula 1 oleh satu grup perusahaan.

Saat ini Red Bull mengoperasikan:

  • Red Bull Racing
  • Racing Bulls

Model kepemilikan ini mendapat kritik dari beberapa pihak di paddock.

CEO McLaren, Zak Brown, menjadi salah satu sosok yang secara terbuka meminta FIA meninjau ulang aturan tersebut karena dianggap dapat menciptakan konflik kepentingan. Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem juga sempat memberikan komentar yang dianggap mendukung pembahasan lebih lanjut mengenai struktur kepemilikan multi-tim di Formula 1.

Bisa Jadi Solusi untuk Red Bull?

Apabila Verstappen benar-benar memperoleh controlling stake di Racing Bulls, skenario tersebut berpotensi memberikan solusi atas dua persoalan sekaligus. Pertama, membantu mempertahankan Verstappen dalam ekosistem Red Bull. Kedua, membuka peluang restrukturisasi kepemilikan yang dapat meredam kritik terkait kepemilikan dua tim oleh satu perusahaan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Red Bull maupun Verstappen mengenai rumor tersebut.

Apa Arti Rumor Ini untuk Masa Depan Formula 1?

Jika Formula 1 memasuki era di mana pembalap aktif memiliki pengaruh besar dalam kepemilikan tim, hal itu bisa menciptakan dinamika baru di olahraga ini. Selama ini, beberapa mantan pembalap memang terlibat dalam kepemilikan tim setelah pensiun. 

Namun kasus seorang juara dunia aktif yang mendapatkan kendali signifikan atas tim Formula 1 akan menjadi sesuatu yang sangat jarang terjadi.Karena itu, rumor ini langsung menarik perhatian banyak pihak meskipun masih berada pada tahap spekulasi.

Rumor bahwa Red Bull mempertimbangkan memberikan controlling stake Racing Bulls kepada Max Verstappen menunjukkan betapa pentingnya posisi pembalap Belanda tersebut bagi masa depan tim. Di tengah ketidakpastian regulasi baru 2026 dan meningkatnya persaingan di Formula 1, Red Bull tampaknya siap mengeksplorasi berbagai opsi untuk mempertahankan sang juara dunia.

Meski peluang realisasinya masih dipertanyakan, ide tersebut memperlihatkan bahwa Red Bull tidak ingin kehilangan pembalap yang telah menjadi fondasi kesuksesan mereka selama beberapa musim terakhir. Jika benar terjadi, langkah ini berpotensi menjadi salah satu perubahan paling menarik dalam sejarah modern Formula 1.