Mengenal Aero Rake di F1: “Tusuk Gigi Aneh” yang Dipasang di Mobil F1
Mengenal Aero Rake di F1: “Tusuk Gigi Aneh” yang Dipasang di Mobil F1
Pernah melihat mobil Formula 1 dipasangi deretan batang
tipis mirip “tusuk gigi” saat sesi latihan bebas? Bagi penonton awam,
pemandangan ini sering terlihat aneh. Mobil balap tercanggih di dunia kok
justru “ditusuk-tusuk” alat aneh?
Awalnya saya juga mengira itu cuma aksesori atau alat
pengukur biasa. Ternyata, benda kecil bernama aero rake ini punya peran penting
dalam menentukan seberapa cepat sebuah mobil F1 bisa melaju di lintasan. Dari
sinilah kita mulai memahami bahwa balapan F1 bukan hanya soal pembalap, tapi
juga soal pertarungan teknologi dan data.
Apa Itu Aero Rake di Formula 1?
Fungsinya satu: membaca perilaku aliran udara (airflow) di
sekitar mobil saat melaju di lintasan. Sensor-sensor ini mengukur beberapa hal
penting, seperti:
- Seberapa
cepat aliran udara bergerak
- Ke
mana arah aliran udara tersebut
- Bagaimana
tekanan udara di titik-titik tertentu
Data inilah yang kemudian dianalisis oleh para insinyur.
Dari sini, tim bisa tahu apakah desain sayap, lantai mobil (floor), diffuser,
dan bodi mobil benar-benar bekerja sesuai perhitungan di komputer dan
terowongan angin (wind tunnel).
Kenapa Aero Rake Penting untuk Pengembangan Mobil F1?
Di Formula 1, aerodinamika adalah segalanya. Downforce
menentukan seberapa kuat mobil menempel di aspal, sementara drag memengaruhi
kecepatan di lintasan lurus. Sedikit saja kesalahan desain aliran udara,
performa mobil bisa turun drastis.
Masalahnya, simulasi komputer dan wind tunnel tidak selalu
100 persen akurat. Kondisi lintasan nyata jauh lebih kompleks: ada angin, suhu
udara, permukaan aspal, dan turbulensi dari mobil lain.
Di sinilah aero rake jadi “alat bantu lapangan” yang sangat
penting. Dengan alat ini, tim bisa:
- Memastikan
data simulasi sesuai dengan kondisi nyata
- Menemukan
titik-titik aliran udara yang bermasalah
- Mengevaluasi
apakah paket upgrade aerodinamika benar-benar bekerja
Singkatnya, aero rake membantu tim mengambil keputusan
teknis berbasis data, bukan sekadar perkiraan.
Kenapa Aero Rake Dipakai Saat Free Practice, Bukan Balapan?
Anda hampir tidak pernah melihat aero rake saat kualifikasi
atau balapan. Alasannya sederhana: alat ini mengganggu performa mobil. Aero
rake menambah hambatan udara (drag) dan bobot, sehingga mobil jadi lebih
lambat.
Karena itu, penggunaannya dibatasi di sesi-sesi yang memang
fokus pada pengumpulan data, seperti:
- Free
Practice (FP1 dan FP2)
- Sesi
tes pramusim
Di sesi ini, target tim bukan mencetak waktu tercepat,
melainkan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin untuk pengembangan mobil
dalam jangka panjang.
Apakah Semua Tim F1 Menggunakannya?
Hampir semua tim F1 menggunakan aero rake, meski bentuk dan
jumlah sensornya berbeda-beda. Tim dengan sumber daya besar biasanya punya
sistem sensor yang lebih detail dan kompleks.
Menariknya, desain aero rake juga ikut berevolusi mengikuti
perubahan regulasi. Sejak era mobil ground effect, fokus aliran udara banyak
berpindah ke bagian bawah mobil. Akibatnya, posisi pemasangan aero rake pun
ikut menyesuaikan, terutama di area floor dan diffuser.
Detail Kecil yang Berdampak Besar
Di Formula 1, selisih 0,1 detik bisa menentukan perbedaan
antara pole position dan start di baris tengah. Aero rake memang terlihat
sepele, tapi data yang dikumpulkannya bisa berujung pada:
- Perubahan
desain sayap
- Perbaikan
aliran udara di sidepod
- Peningkatan
efisiensi diffuser
Semua perubahan kecil itu akhirnya bermuara pada satu tujuan
yaitu mobil yang lebih cepat dan lebih stabil.
Bagi penonton, memahami fungsi aero rake membuat kita
melihat F1 dari sudut pandang yang berbeda. Balapan bukan hanya soal duel di
tikungan, tapi juga soal kerja sunyi para insinyur di balik layar. Kadang,
kemenangan di hari Minggu justru ditentukan oleh “tusuk gigi kecil” yang
dipasang sejak hari Jumat.



